Wednesday, December 19, 2012

Gapai Mimpiku dengan Tabungan Junior

Selasa, 18 Desember 2012, siswa MI Bilingual Al Ikhlas membuat Bank Muamalat Kepanjen sedikit kewalahan. Betapa tidak, 50 siswa yang dibagi menjadi 2 gelombang memenuhi kantor tersebut (semoga tahun depan bank Muamalat memiliki kantor yang lebih luas lagi, aminnn). Tahun Ajaran 2012-2013, MI Bilingual Al Ikhlas bekerja sama dengan Bank Muamalat dalam kegiatan menabung, program ini kami namakan "Menabung untuk Mimpiku".

Siswa mulai kelas 3, 4, dan 5 mengikuti program ini, perkecualian kelas 1 dan 2, karena kelas ini memiliki program menabung sendiri yang dilakukan melalui celengan tanah liat di sekolah.
Adapun ketentuan dalam program ini adalah:

  • Untuk membuka rekening minimal Rp 30.000,- 
  • Biaya pembuatan ATM adalah Rp 5.000,- 
  • Kartu ATM berfungsi dalam penarikan uang sekaligus sebagai kartu pelajar 
  • Tabungan ini baru bisa diambil siswa ketika mereka akan melanjutkan SMP/MTS, oleh karenya penarikan uang (baik melalui ATM atau langsung ke teller) baru bisa dilakukan jika siswa lulus. 
Tiba di Bank Muamalat, kami disambut dengan hangat oleh pan Andi dan pak Edo. Seluruh siswa kemudian antri menabung. Mereka juga dijelaskan tata cara menabung dan diajak berkeliling kantor bank Muamalat. Mereka sungguh bersemangat dan antusial sekali.


Mereka juga saling berceloteh yang lucu "Ihhhh enak ya di sini, dingin...." ... " ya iyalah da AC, tuh..tuh di atas sana" (siswa yang lain menimpali); "apa itu pak?"... "ohhh itu kamera CCTV, nah di luar juga ada" (jawab pak Andi, petugas keamanan Bank Muamalat sambil menunjuk ke arah kamera CCTV di luar).



Sambil menunggu antrian, saya bercengkerama dengan anak-anak "Ayooo siapa yang ingin menjadi karyawan Bank kayak pak Edooooo", "Saya bundaaaaa" (jawab anak-anak serempak). "Nah kalau mau menjadi kayak pak Edo, belajar ya nakkk....., jangan sampai putus sekolah, rajin menabung, sekolah sampai perguruan tinggi, jangan cuma berijazah SD saja, ntar tdak bisa bekerja di Bank lhooo" (jelasku memotivasi). "Bunda, office boy lhooo lulusan SD, bisa bekerja di Bank" (celoteh salah satu siswa). Aku pun langsung terperanjat dengan jawaban itu... langsung aku jawab "iyaaaa.. bekerja apapun yang penting halal. office boy pun halal..."..."hmmmm, tapi apa sampeyan tidak ingin seperti pak Edo?"..."bercita-cita setinggi mungkin ya nakkkk"... (lanjutku memotivasi.


Subhanallah.... anak-anak ini, mungkin mereka menganggap bahwa mimpi mereka terlalu mahal untuk bisa digapai, bisa lulus sekolah setingkat SD sudah cukup bagi mereka. Kehidupan perekonomian keluarga yang minim membuat mimpi mereka terbelenggu untuk bisa mewujudkan impian mereka. Semoga saja kebijakan pendidikan pemerintah semakin berpihak kepada masyarakat yang miskin, sehingga anak-anak bisa tersenyum dalam menyambut impian mereka.


 

Bagikan

Jangan lewatkan

Gapai Mimpiku dengan Tabungan Junior
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.