Friday, February 04, 2011

Lestarikan Budaya, Siswa MI Bilingual Al Ikhlas Belajar Membatik

Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang bangga dan menghargai budayanya sendiri. Tak salah kiranya batik yang merupakan budaya dari beberapa daerah di Indonesia perlu mendapat porsi perhatian khusus untuk dikembangkan dan dilestarikan. Untuk itu sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengemban amanat untuk mengembangkan pendidikan karakter bangsa, maka MI Bilingual Al Ikhlas mengadakan kegiatan “Loving Batik” untuk mengenalkan budaya batik pada para siswa. Dalam kegiatan ini MI Bilingual Al Ikhlas bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Malang. SKB Kabupaten Malang menyediakan sarana proses pembuatan batik (kompor, canting, wajan) dan memberikan bantuan bahan-bahan membatik. 
Sabtu, 29 Januari 2011, seluruh siswa MI Bilingual Al Ikhlas melakukan kegiatan membatik. Kegiatan ini diikuti 49 siswa dari kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Langkah awal kegiatan ini adalah,
para siswa pertama-tama diajarkan materi tentang batik, cara pembuatan, serta bahan-bahan yang digunakan dalam membatik. 

Setelah pengenalan batik melalui materi, tahap selanjutnya siswa diajari cara pembuatan motif batik. Karena motif adalah tahap pertama dalam pembuatan batik. Tanpa motif batik pasti tidak akan jadi kalau pembatik belum profesional. Motif batik yang dibuat itu terserah daya kreatifitas setiap siswa. Karena siswa akan bisa menuangkan kreasinya dalam bentuk lukisan batik atau motif batik. Setelah siswa diajarkan motif, siswa baru disuruh untuk memilih dan menentukan motif yang ingin mereka gambar di kain kaosnya masing-masing
 



Proses membatik yang dilakukan siswa adalah sebagai berikut:
  1. Siswa membuat motif pada kain kaos
  2. Setelah kain kaos penuh dengan motif, tahap selanjutnya yaitu pemberian malam menurut motif yang dibuat.
  3. Setelah pemberian malam, sekarang tahap selanjutnya yaitu pemberian warna pada kain, lalu dikering, namu tidak dibawah terik matari karena dapat menyebabkan kepudaran warna.
  4. Setelah itu pelorotan malam, yang  dilakukan dengan air panas.
  5. Finish.

Setelah kaos batik sudah jadi, kaos batik akan ditampilkan dalam kegiatan Parenting Day tanggal 13 Februari 2011. Semoga dengan adanya kegiatan “Loving batik” batik di sekolah akan memberikan stimulus yang positif untuk mewujudkan pendidikan karakter di lembaga pendidikan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Lestarikan Budaya, Siswa MI Bilingual Al Ikhlas Belajar Membatik
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.