Sunday, January 09, 2011

Demi Malaikatku


"Bunda, hari ibu kapan?" ... "Yanda lekas kita bikin hadiah" ... "Yanda kita nampilkan apa?.. "Bunda aku yang nyanyi".. "Bunda aku aja yang ikut sandiwara"

Bunda nih gelasku
Subhanallah suara-suara itu begitu riuh di telinga kami, para bunda dan yanda Al Ikhlas. Demi malaikat dunia yang mereka sebut "Ibu", mereka sangat semangat untuk bisa memberi dan menampilkan yang terbaik. Akhirnya setelah rancangan kegiatan disusun beserta time schedulenya, Al Ikhlas crew siap beraksi. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mencari bahan untuk membuat kado spesial buatan sendiri. Sederhana saja, siswa kami minta untuk membawa gelas bening, dan tak boleh ada kalimat yang memberitahukan bahwa gelas ini adalah kado buat ibu masing-masing. Dan ternyata mereka mampu melakukannya, maklum Al Ikhlas memasuki tahun kedua, jadi  masih ada dua rombel (rombongan belajar) kelas 1 dan dua. Langkah selanjutnya adalah mengajak siswa berburu aksesoris alam yang menjadi hiasan utama gelas. Kami ajak para siswa ke Bendungan Sengguruh, Kec. Kepanjen, Kab. Malang yang kebetulan lokasi dengan gedung sekolah berjarak 1,5 km.


Alhamdulillah, akhirnya kadoku jadi
Akan kurangkai menjadi karya yang cantik
Bahan-bahan yang  telah didapat siswa seperti bunga kering, ranting, daun, batu, rumah siput dll kemudian dibawa ke sekolah untuk dikreasi menjadi hadiah yang cantik. Kami memberi sebuah contoh barang jadi, tapi hasil kreasi siswa jauh dari bayangan kami. Mereka membuat dan menata bahan-bahan sedemikian rupa sehingga menjadikan gelas mereka unik dan tak jauh dari hiasan gelas yang dijual di pasaran.



Tidak hanya sebuah kado berwujud barang, kado lain yang dipersembahkan siswa adalah
talenta mereka. Mereka berlatih tari saman, olah vokal dan berlatih sandiwara sederhana dengan bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai pengantarnya.
Selain persembahan siswa kepada malaikat dunia mereka, sekolah pun memiliki rencana untuk memberikan kado buat orang tua. Kami mengundang salah satu trainer Inspiera, Feri Dwi Sampurno untuk memberikan motivasi kepada orang tua.

Tibalah waktu persembahan hasil kerja keras siswa MI Bilingual Al Ikhlas, mereka menampilkan segala kreasi mereka kemudian dilanjutkan dengan seminar orang tua. Salah satu yang menarik dari seminar ini adalah ketika pak Feri memberikan sebuah cerita nyata tentang perjuangan ibu di tengah keterbatasan sang anak. Kebetulan di sekolah terdapat seorang anak yang termasuk slow learner, dengan kemampuan membaca, berbicara dan memaknai jauh tertinggal dari teman-temannya. Namun berkat kesabaran yang luar biasa dari sang ibu, ketika kelas 2 sang anak sudah memiliki kemampuan membaca yang bagus. Untuk seorang ibu yang di luar biasa sang anak memberikan hadiah hasil buatan tangannya sendiri, sebuah anyaman yang memang kami nilai terbaik dari teman-temannya.

Di akhir sesion, puncak acara, para ibu kami minta untuk maju ke depan dan siswa memberikan kado kecil mereka. Meski tak berlabel harga seperti yang di toko, tapi para malaikat dunia waktu itu menerima kado kecil dan memeluk para siswa.

Banyak pada ibu yang terharu dan menangis ketika menerima hadiah dari sang buah hati. Dan bisa ditebak, melihat Malaikat mereka menangis, para siswapun akhirnya turut serta.


Ending yang luar biasa setelah persiapan 2 bulan dengan segala keterbatasan sekolah kami. Namun yang sering kami tekankan pada para guru kami adalah fokus pada apa yang bisa kita lakukan, fokus pada potensi kita, jangan terpaku pada kelemahan. Karena saat kita terpaku hanya pada kelemahan, maka satu langkah kegagalan sudah kita raih.

Semoga MI Bilingual Al Ikhlas tetap semangat berprestasi demi anak-anak Indonesia yang LUAR BIASA.

Bagikan

Jangan lewatkan

Demi Malaikatku
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.