Sunday, January 16, 2011

Aku Menjadi Arsitek ...

Saturday is surprised Day ...

Siswa kami mendapat kunjungan guru tamu dari salah satu tim ahli yang kebetulan membantu program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasisi Komunitas (PLPBK) atau bahasa kerennya program ND (Neighbourhood Development) di desa kami. Desa kami, Sengguruh, merupakan desa kecil yang berada di  Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Meski kecil tapi progress perkembangan di segala aspek pembangunan sangat luar biasa, terutama di bidang Pendidikan.

Kak Sinyo berinteraksi dengan anak anak
Kak Fitri Maulana, panggilan akrabnya kak Sinyo, tiba di MI Bilingual Al Ikhlas tepat pukul 08.00 WIB. Seluruh siswa sudah menunggu kedatangannya. Dengan aksen topi proyek, benar-benar memberikan image bagi seluruh siswa bahwa kak Fitri adalah seorang Arsitek.
Kegiatan pun dilakukan, mula-mula kak Sinyo berkenalan dengan anak-anak kemudian melakukan demonstrasi membangun sebuah tower listrik.

Sebuah kalimat yang membuat segudang tanya anak-anak adalah "Adik-adik siapa yang tahu tower itu tangannnya berapa?" (kak Sinyo bertanya, sambil merentangkan tangannya) "Empat kak..."..."eh da yang tiga lhoo"..."empat koq.. di dekat rumahku lho towernya bertangan empat".. anak-anak saling bersahut-sahutan menjawab pertanyaan kak Sinyo. Kak Sinyo membenarkan semua jawaban anak-anak itu, dia meneruskan
dengan pertanyaan keduanya "Baik.. sapa yang tahu kenapa tower itu memiliki tangan?"...Anak-anak sedikit terdiam dan hanyut berpikir... "Biar gak jatuh kak sinyo, klo kena angin"..."Iya biar kuat" ... mereka mulai menjawab bersahut-sahutan. Kak Sinyo berkata "Sapa yang mau membantu kak Sinyo mencari jawabannya... kak Sinyo butuh bantuan 4 orang untuk maju ke depan". 4 anak pun maju dan melakukan instruksi kak sinyo. Keempat siswa saling berpegangan tangan dengan kuat, kemudian kak Sinyo mulai menggoyang-goyang dan mendorong badan mereka, anak-anak itu tersenyum dan tertawa, karena badan mereka menjadi bergoyang-goyang. Setelah saling berpegangan tangan, mereka kemudian diminta kak Sinyo berdiri sendiri-sendiri, dan kak Sinyo melakukan hal yang sama, mendorong mereka, sampai akhirnya mereka terjatuh. "Nah adik-adik.. sekarang semua dah ngerti knapa koq tower itu butuh tangan, mereka butuh tangan untuk bertahan dari tiupan angin yang kuat, teman kalian tadi yang berdiri sendiri tanpa tangan akhirnya dengan dorongan kak Sinyo pada jatuh kan? ..... (kak Sinyo menjelaskan pada anak-anak) dan mereka pun "Ohhhh......... gitu tah" (serempak mereka menjawabnya

 "Baiklah  anak-anak sudah siap dengan peralatannya?...Are you ready?" kak Sinyo mulai mengajak siswa untuk beraktivitas membuat tower. "Yesssssssssssss......" kompak jawaban para siswa. Mereka pun mulai mengerjakan tower sesuai dengan instruksi kak Sinyo, bukan hanya tower, para siswa membuat rumah, jembatan gantung, gasebo, tower raksasa dan sebagainya.




Melihat ekspresi dan aktivitas para siswa membuat kami termenung. Para siswa begitu bersemangat, kami ingin berbagi dengan mereka, berbagi keberanian tuk bermimpi seperti sekolah kami Al Ikhlas yang sedang merajut mimpi menjadi sekolah yang diimpikan siswa.

Tema kegiatan "Aku menjadi Arsitek" kali ini adalah sebagai salah satu upaya Al Ikhlas untuk mengenalkan salah satu profesi masyarakat, lebih dari itu Al Ikhlas berusaha untuk menanamkan kepada siswa untuk berjuang meraih mimpi mereka, mimpi menjadi arsitek, dokter,  pelukis,  profesor, penyanyi, polisi, atlet ...

Mimpi mereka bukanlah sebuah hal yang mustahil betapapun kondisi perekonomian mereka masing-masing yang tidak mendukung. Kejarlah mimpi kalian ......

Bagikan

Jangan lewatkan

Aku Menjadi Arsitek ...
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.