Friday, October 29, 2010

Prinsip Kegiatan Belajar dan Mengajar

 “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.”
(Al-Hadits Ali Bin Abi Thalib)


Saat ini perkembangan pendidikan melaju pesat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan yang konvensional (guru aktif-siswa pasif) mulai ditinggalkan berganti dengan paradigma siswa aktif dan guru memegang peran sebagai fasilitator, dinamisator, motivator, dan desainer yang kreatif dalam pembelajaran. Peran guru tersebut didukung oleh media pembelajaran yang terus berkembang dan beredar luas.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang optimal dan menyenangkan, SD Bilingual Al Ikhlas menerapkan prinsip kegiatan belajar mengajar, yakni:

1. Sekolah Islami
Semua kegiatan pembelajaran selalu disandarkan pada nilai-nilai Islami. Kehidupan beragama tidak hanya dibelajarkan dalam ranah kognitif, tetapi juga pembiasaan beribadah dan mengembangkan akhlakul karimah. Pembelajaran beragama tidak hanya pada mata pelajaran agama, tetapi juga diintegrasikan pada semua mata pelajaran.


2. Sekolah Ramah Anak (SRA)



SD Bilingual Al Ikhlas dirancang menjadi sekolah yang ramah anak baik secara fisik maupun psikologis. Secara fisik, bangunan dan ruang kelas sekolah ini dirancang untuk sesuai dengan tingkat perkembangan dan minat siswa. Secara psikologis, proses pembelajaran dan pola komunikasi dengan anak dikembangkan yang ramah anak. Siswa menjadi nyaman dan kerasan berada dan belajar di sekolah ini. Sekolah ini menghindari kekerasan dan paksaan terhadap siswa. Sekolah tanpa tekanan dalam kegiatan pembelajaran serta pergaulan. Dengan pola semacam ini, siswa akan merasa senang dan nyaman belajar dan mengembangkan diri disekolah ini.


3. Sekolah Asah, Asih, dan Asuh
Hubungan antarwarga sekolah dikembangkan dengan prinsip asah asih asuh. Asah berarti bahwa semua warga sekolah harus selalu mengasah pengetahuan, keterampilan, dan sikap baik melalui budaya baca, penataran, pelatihan, seminar, lesson study, studi banding, maupun pembelajaran. Bidang yang dikembangkan pada diri siswa adalah kecerdasan ganda, pengetahuan, budaya baca, dan mengembangkan rasa keingintahuan; pengetahuan dan kemampuan dalam bidang seni; hidup sehat; sikap dan kemampuan untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab; apresiasi budaya Indonesia yang Islami; Asih mengandung makna bahwa hubungan antarwarga sekolah dikembangkan untuk saling mengasihi tanpa memandang usia, jenis kelamin, strata, dan status sosial. Asuh berarti bahwa hubungan antarwarga sekolah dikembangkan untuk saling membimbing. Pembelajaran tidak hanya memindah dan memberi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, bahkan mengembangkan semua unsur kepribadian dengan bimbingan guru.

Menghias celenganku yuks....
4. Sekolah inovasi Tiada Henti
Semua warga sekolah SD Bilingual Al Ikhlas selalu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap setiap saat. Sekolah selalu memberikan hal-hal baru kepada siswa, sehingga siswa tidak merasa jenuh ketika mereka berada di sekolah. Hal yang mendapat perhatian dalam pengembangan terutama berkenaan dengan kurikulum, materi, metode, media, dan alat evaluasi pembelajaran.

5. Sekolah Bilingual
Untuk mempersiapkan siswa menjadi warga dunia, SD Bilingual Al Ikhlas membelajarkan siswa untuk menguasai bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, dan Arab yang dibelajarkan dengan menyenangkan dan melalui pembiasaan. Ada pemberlakuan hari bahasa atau jam bahasa Inggris, Jawa, dan bahasa Arab. Siswa dibimbing untuk bisa menggunakan bahasa Jawa kromo sehingga dapat menumbuhkan sikap santun pada diri siswa.

6. Sekolah Berbasis Alam
SD Bilingual Al Ikhlas memanfaatkan alam menjadi media, sumber, dan tujuan pembelajaran. Siswa tidak hanya dibelajarkan dan dikembangkan aspek pengetahuannya melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengalaman langsung dengan menggunakan media alam. Siswa dapat merasakan, meraba, melihat, serta mendengar secara langsung apa yang mereka pelajari. Siswa juga diajak untuk belajar dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekitar SD Bilingual Al Ikhlas seperti Sungai Brantas, sawah, irigasi, gunung, hutan, stadion Kanjuruan, PLTA Sengguruh, penggilingan padi, SPBU, pasar, pemerintah desa, pabrik sepatu, pabrik cecek, dsb. Siswa diajak untuk mencintai dan melestarikan alam, serta menjaga kebersihan alam.

7. Sekolah Berbasis Teknologi
Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, siswa sejak dini dikenalkan dengan teknologi seperti komputer dan teknologi sederhana.

8. Education for All (pendidikan untuk semua)
Yang menjadi target pembelajaran di SD Bilingual Al Ikhlas tidak hanya siswa. Dewan guru maupun wali siswa berhak dan wajib untuk terus meng-upgrade kemampuan dan pengetahuannya tentang dunia pendidikan anak.

9. Belajar Sambil Bermain dan Bermain Sambil Belajar
Sekolah, sesuai asal katanya escole yang berarti tempat bermain. Oleh karenanya, merupakan keharusan bahwa saat ini semua anak berhak mendapatkan proses belajar mengajar di sekolah yang menyenangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa. SD Bilingual Al Ikhlas berusaha mewujudkan suasana tersebut dengan menyediakan permainan edukatif dan guru berperan sebagai teman belajar.

10. Sekolah Berbasis Penelitian
Sekolah ini mengembangkan rasa keingintahuan siswa dengan melatih siswa meneliti kenyataan dan peristiwa yang bersifat sederhana. Membelajarkan siswa tidak hanya dengan menghafal tetapi dengan cara mencoba konsep, prinsip, atau teori yang ada di dalam pelajaran dengan melakukan percobaan sederhana. Kurikulum, bahan, metode, media, dan evaluasi dikembangkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli yang sesuai dengan visi dan misi sekolah ini

11. Sekolah Pameran
Sekolah berusaha untuk memamerkan hasil karya dan perkembangan belajar siswa dalam periode tertentu (tiga hingga enam bulan sekali) untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan mengasah jiwa kewirausahaan siswa.

12. Sekolah Penuh Cerita
Untuk menumbuhkembangkan kemampuan dan kecerdasan linguistik dan estetika siswa, sekolah mengembangkan jam bercerita, baik dilakukan secara lisan maupun secara tertulis.

13. Sekolah Berbasis Individual
Meskipun pembelajaran dilakukan secara klasikal, tetapi minat, bakat, dan kemampuan siswa secara individual tetap menjadi perhatian utama dan akan dikembangkan program pengayaan sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.

14. Sekolah Manajemen Terbuka
Sekolah berusaha menerapkan manajemen terbuka, terhadap guru, wali siswa, yayasan, maupun masyarakat.

15. Sekolah Apresiatif
Guru lebih melihat hal-hal yang positif yang ada dan diraih siswa daripada mencari-cari hal yang negatif (kesalahan) pada diri siswa. Guru lebih memberikan hadiah pada kemajuan dan perkembangan siswa dan mencoba mencegah perbuatan negatif dengan cara yang konstruktif, bukan dengan cara menghukum siswa. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan cara tidak pelit untuk memuji prestasi. Hal ini untuk lebih meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Bagikan

Jangan lewatkan

Prinsip Kegiatan Belajar dan Mengajar
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.