Sunday, December 12, 2010

Kunjungan - Radio Mayangkara Blitar

Rabu, 8 Desember 2010, Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Al Ikhlas dikunjungi Mbak Reta, salah satu crew Radio Mayangkara Blitar, bersamanya disertai Mbak Husni, seorang Ahli Arkeologi. Maksud kunjungan mbak Reta adalah untuk meliput kegiatan belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Al Ikhlas yang nota bene salah satu sekolah yang berbasis alam. Sayangnya minggu ini siswa-siswi Al Ikhlas sedang menghadapi persiapan untuk ujian di minggu berikutnya. But... dont worry kegiatan di kelas mereka juga
Baca selengkapnya

Wednesday, December 08, 2010

Become a Teacher

Menjelaskan kepada kawan
 Siswa kelas 3 MI Bilingual Al Ikhlas belajar berperan sebagai seorang guru. Mereka masing-masing berkelompok 2 orang, satu orang menjadi operator dan seorang lagi sebagai seorang guru.

 ....Believe or not... energi untuk menyampaikan materi lebih mudah, para siswa lebih tertantang menguasai materi untuk bisa menyampaikan kepada teman-temannya. Apalagi materi yang disampaikan mereka penuh gambar dan warna.

"Ternyata lebih mudah transfer ilmu dengan berbagi peran"


Menunjukkan gambar
Mereka belajar berkomunikasi dan berkenalan dengan teknologi informasi komunikasi, mereka juga belajar menghargai seseorang yang maju ke depan untuk sejenak mendengar dengan seksama. Gelak tawa yang riuh sering menggema ketika siswa yang menjadi guru melakukan kesalahan atau malah melucu di depan kelas... Keberanian dan pengetahuan mereka semakin bertambah dari hari ke hari ......
Baca selengkapnya

Saturday, October 30, 2010

Cerdas, Kreatif dan Berani di Bumi Karangkates

Bunda Sifa'ul olahraga ma anak-anak
Wisata Bendungan Karangkates semakin ceria dengan kehadiran rombongan SD Bilingual Al Ikhlas dalam rangka kegiatan outbound mingguan. Yang menambah semarak adalah kehadiran para wali murid yang ikut belajar dan bermain di setiap rangkaian acara. Selain itu kehadiran Abi Wahyudi Siswanto (Pakar Pendidikan Ramah Anak), bunda Sifa’ul Hasanah Spd (Kepsek SDBI) dan Partner baru Abi Ahmad Saifuddin yang familiar dipanggil Abi Arab oleh para siswa menambah spirit tersendiri bagi kami semua.

Yuk dihitung bareng..5..6....
Outbound kali ini dilakukan di hari Jum’at tanggal 10 April 2009. Berangkat pukul 07.30 dan kegiatan selesai pukul 11.00. Dari 22 siswa yang ikut, dibagi menjadi 4 kelompok. Nama-nama kelompok disesuaikan dengan materi pelajaran yang telah diterima yakni kelompok Makanan, kelompok Pegas, kelompok Magnet dan kelompok Bahan Bakar. Penamaan dengan nama-nama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai sumber energi . Oleh karenanya yel-yel yang dibuat pun berkenaan dengan nama kelompok yang ada.

bermain warna
Di bumi Karangkates seluruh siswa diuji dalam 3 kategori yakni uji kecerdasan, uji kreativitas dan uji keberanian. Uji kecerdasan dilakukan di Pondok Kecerdasan, di sini para siswa mendapat tantangan untuk mencari soal yang telah disembunyikan di suatu tempat. Nama tempat persembunyian soal pun dibuat teka-teki oleh para bundanya, misalnya saja pada kelompok bahan bakar, soal kelompok tersebut disembunyikan di patung pohon jamur yang besar. Sang bunda pun memberikan instruksi “Soalnya disembunyikan di sebuah patung tanaman yang bentuknya kayak payung, tanaman ini ada yang bisa dimakan dan namun ada juga yang beracun, selain itu tanaman ini suka hidup di tempat yang lembab seperti kayu yang tua/lapuk”. Setelah menemukan soal, tiap kelompok pun wajib untuk mengerjakannya.



Selanjutnya dilakukan uji kreativitas, uji kreativitas ini dilakukan di Pondok Kreatif, di sini para wali murid sudah menyediakan peralatan yang harus digunakan para siswa untuk memulai pekerjaannya. Kali ini para siswa dituntut kreativitas, kesabaran dan ketelatenannya untuk bermain warna di lembaran kertas manila putih yang sudah ditempeli dedaunan.


Hati-hati kepleset....
Tantangan terakhir yang harus dilalui Al Ikhlas crew adalah berjalan di atas bambu di Pondok Keberanian. Disini para siswa belajar tentang keberanian dan keseimbangan. Sangat seru pada uji ini. Semuanya saling menyemangati para buah hati untuk terus MELANGKAH dengan JIWA PEMBERANI.
Baca selengkapnya

Manis, asem, asin rame rasanya … !!!

Waktu itu pelajaran IPA sudah sampai pada materi mengenal rasa. Untuk mengenalkan macam-macam rasa pada siswa, kami melakukan permainan tebak rasa. Kami
menyiapkan mangkuk-mangkuk kecil berisi air yang telah dicampur dengan sesuatu sehingga sesuai dengan macam-macam rasa yang ada. Waktu itu kami menyiapkan lima mangkuk kecil yang masing-masing isinya mempunyai rasa berbeda-beda. Ada mangkuk yang berisi air rasa tawar, asin, manis, pahit dan asam.

Sebelumnya, siswa tidak diberi tahu apa rasa air yang ada di dalam mangkuk. Mereka harus merasakan sendiri dengan cara mencicipi larutan tersebut satu persatu. Setelah mencicipi, siswa harus menuliskan rasa apa yang mereka rasakan pada buku tulis. Misalnya mangkuk nomor satu rasa asin, mangkuk nomor dua rasa manis, dan seterusnya. Dengan begitu, siswa akan mengetahui bermacam-macam rasa dengan cara merasakan sendiri secara langsung larutan yang telah disediakan.

Awalnya ada beberapa siswa yang tidak mau mencicipi larutan yang ada, karena mereka tidak mau merasakan larutan yang rasanya pahit. Namun setelah melihat beberapa temannya mencicipi, akhirnya merekapun tertarik juga untuk merasakan rasa air yang ada didalam mangkuk. Ekspresi mereka saat itu bermacam-macam, apalagi waktu mereka merasakan larutan rasa pahit atau asam, ekspresi mereka terlihat sangat lucu. Saat salah satu siswa mendapat giliran untuk mencicipi, siswa yang lain akan berteriak menyemangati temannya. Hal inilah yang membuat siswa bersemangat mengikuti permainan tebak rasa kali ini.
Baca selengkapnya

Friday, October 29, 2010

Prinsip Kegiatan Belajar dan Mengajar

 “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.”
(Al-Hadits Ali Bin Abi Thalib)


Saat ini perkembangan pendidikan melaju pesat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan yang konvensional (guru aktif-siswa pasif) mulai ditinggalkan berganti dengan paradigma siswa aktif dan guru memegang peran sebagai fasilitator, dinamisator, motivator, dan desainer yang kreatif dalam pembelajaran. Peran guru tersebut didukung oleh media pembelajaran yang terus berkembang dan beredar luas.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang optimal dan menyenangkan, SD Bilingual Al Ikhlas menerapkan prinsip kegiatan belajar mengajar, yakni:

1. Sekolah Islami
Semua kegiatan pembelajaran selalu disandarkan pada nilai-nilai Islami. Kehidupan beragama tidak hanya dibelajarkan dalam ranah kognitif, tetapi juga pembiasaan beribadah dan mengembangkan akhlakul karimah. Pembelajaran beragama tidak hanya pada mata pelajaran agama, tetapi juga diintegrasikan pada semua mata pelajaran.


2. Sekolah Ramah Anak (SRA)

Baca selengkapnya

Tuesday, October 26, 2010

Hmmm…bau Bunda !!!


Itulah teriakan pertama kali siswa-siswi kelas 1 MIB Al Ikhlas ketika pertama kali berkunjung ke rumah produksi cecek milik Mas Agus. Pada mulanya mereka enggan menyentuh bahan dasar pembuatan lauk yang terbuat dari kulit sapi tersebut, karena memang baunya menyengat.
Siswa memperhatikan proses pembuatan cecek
Ketika tiba di sana ternyata proses pembuatan cecek sudah sampai di tahap pengangkatan rendaman kulit sapi dibakar untuk kemudian dimasak di sebuah panci yang besar. Alhasil baunya memang benar-benar membuat orang yang pertama kali ke sana akan memilih mundur. Begitupun dengan siswa-siswi Al Ikhlas. 


Namun setelah diprovokator oleh para bundanya: ”Ayo coba lihat bunda aja berani memegang dan tahan baunya, masak kalian kalah?”…..nah setelah itu barulah para siswa bergantian membantu mas Agus mengolah cecek, meski dengan penuh keraguan. “Bunda aq….”, “Bunda aq pengen ngangkat cecek,”, “Bunda baunya koq gak enak sih”. Begitulah celotehan mereka, namun kami yakin bahwa rasa ingin tahu, dan rasa penasaran mereka tentang apa itu cecek mengalahkan segalanya.
Baca selengkapnya

SD Bilingual Al-Ikhlas


Sebuah sekolah yang memiliki sejuta mimpi, mulai pengurus yayasan, seluruh dewan guru, para murid dan wali murid yang pemimpi dan berlokasi di sebuah desa yang memiliki mimpi tuk jadi desa pendidikan. SD Bilingual Al-Ikhlas saat ini memasuki semester 2, baru berdiri tahun ajaran 2008/2009 dengan 22 siswa.
Terus Berkarya - Siswa Siswi Al Ikhlas

Awal berdiri dipelopori oleh beberapa pemerhati pendidikan, Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, MPd, Bapak Kepala Desa Sengguruh Iswahyudi, Kepala TPQ  Bapak Abdul Rokhim, Ibu Sifa’ul Hasanah Spd., para sarjana muda mbak Tyas dan saya sendiri Evi. Dengan 2 kali pertemuan dicetuskan sebuah lembaga pendidikan “Al Ikhlas Bilingual Elementary School” (Sekolah Dasar Bilingual Al Ikhlas), berlokasi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur di bawah naungan Yayasan Al Ikhlas.

SDI (SD Islam) begitu masyarakat disini menyebutnya, karena memang SDB Al Ikhlas adalah satu-satunya sekolah Islam yang ada di desa ini, mungkin juga karena namanya yang terlalu panjang akhirnya masyarakat memilih SDI.  Visi kami adalah mewujudkan sebuah lembaga pendidikan sebagai pencetak generasi muslim yang kaffah.

Mimpi kami awal berdiri adalah membuat peserta didik kami smart, happines, enjoyble for learn dan tentu saja mewujudkan putra-putri bangsa yang soleh dan solehah
Baca selengkapnya