Monday, September 07, 2015

Dampak Tes Masuk Sekolah Dasar

    
Sampai saat ini hampir semua Pengelola Taman Kanak-Kanak sudah memberikan pelajaran berhitung kepada siswa didiknya setara dengan mereka yang belajar di bangku Sekolah dasar ( SD ). Padahal seharusnya anak-anak usia diani tersebut mengutamakan pengembangan kecerdasan dan penanaman nilai-nilai budi pekerti.
Baca selengkapnya

Sunday, November 24, 2013

Sekolah Alamku... Menjadi Kenyataan

Alhamdulillah ... bulan September 2013, pembangunan sekolah alam MI Bilingual Al Ikhlas dimulai. Rasanya seperti mimpi bisa mewujudkan setelah hampir 6 tahun kami masih menumpang. 



Baca selengkapnya

Saturday, November 23, 2013

Akhirnya Impian kan segera Terwujud

Lama tidak bersua dengan blog ini, dan ternyata tulisan yang sudah dibuat Februari lalu belum diposting.


Subhanallah... Barokallah atas berkah dan rizki yang telah Allah berikan kepada kami semua, keluarga besar MI Bilingual Al Ikhlas. Setelah hampir 5 tahun keberadaan MI Bilingual Al Ikhlas yang diragukan karena tidak memiliki tanah dan gedung sendiri, akhirnya Allah memberi tanah seluas 1.6750 meter dengan harga Rp 140.000.000,00. Betul sekali, Allah memberikan bukti ayat suci kalamNya, "Uruslah urusanKu, maka Aku akan mengurus urusanmu", setiap guru yang masuk di MI Bilingual Al Ikhlas, tawarannya adalah "Kalau disini Anda mendidik untuk uang, maka carilah sekolah lain, karena sekolah kami tidak bisa memberikannya, namun kalau Anda di sini terpanggil untuk mendidik anak-anak karena Allah Ta'ala, maka mari berjuang bersama". Dan Alhamdulillah guru-guru kami memiliki kriteria itu.

Angka yang cukup fantastis bagi kami, karena kas sekolah tentunya tidak mencapai angka tersebut. Tiap akhir bulan ada tabungan Rp 500.000,00 - Rp 1.000.000,00 sudah membuat kami bersyukur, tidak jarang pula akhir bulan kas madrasah kosong ataupun minus. Gali lubang tutup lubang, itu yang bisa kami lakukan. 

Dan pada bulan Januari awal 2013 yang lalu pada akhirnya yayasan bisa membeli tanah sawah, meski sampai sekarang masih berhutang Rp 50.000.000,- untuk pelunasan pembelian sawah tersebut. Namun tanah yang terbeli ini memberikan semangat tersendiri bagi keluarga besar MI Bilingual Al Ikhlas, karena akhirnya kami akan segera memiliki rumah. Dan kami akan bisa mewujudkan sekolah alam kami.... Insyaalla.

Baca selengkapnya

Wednesday, December 19, 2012

Gapai Mimpiku dengan Tabungan Junior

Selasa, 18 Desember 2012, siswa MI Bilingual Al Ikhlas membuat Bank Muamalat Kepanjen sedikit kewalahan. Betapa tidak, 50 siswa yang dibagi menjadi 2 gelombang memenuhi kantor tersebut (semoga tahun depan bank Muamalat memiliki kantor yang lebih luas lagi, aminnn). Tahun Ajaran 2012-2013, MI Bilingual Al Ikhlas bekerja sama dengan Bank Muamalat dalam kegiatan menabung, program ini kami namakan "Menabung untuk Mimpiku".

Baca selengkapnya

Thursday, November 29, 2012

Revisi kurikulum tahun 2013

Rencana Perubahan Kurikulim pada Tahun 2013

JAKARTA – Revisi kurikulum tahun 2013 akan berubah drastis dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku sekarang. Dipastikan, kurikulum baru dilaksanakan secara bertahap, belum serentak secara nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, perubahan terjadi pada semua kurikulum mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Semua tingkatan mengalami pengurangan mata pelajaran. Selain itu, lamanya jam belajar bertambah 2–6 jam per minggu.
“Elemen perubahan kurikulum 2013 terjadi pada standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian,” katanya, Selasa (13/12).
Dipastikan implementasi kurikulum baru tahun 2013 akan dilaksanakan secara bertahap pada kelas I, IV, VII, dan X di semua sekolah di Indonesia.
Mendikbud mengatakan, telah melaporkan pengembangan kurikulum 2013 kepada Wakil Presiden Boediono. Sebelum diterapkan, kurikulum baru akan diuji publik ke masyarakat pada awal Desember. Draf kurikulum 2013 akan dimuat di website, dan masyarakat dapat memberi masukan. Selain itu, akan dilakukan roadshow ke daerah dan berdiskusi dengan guru, tokoh pendidik, orang tua murid, dan masyarakat.
Dia menyebutkan perubahan paling besar adalah pada SD, karena dianggap paling krusial dan kritikal. Debat yang sangat panjang terjadi pada penyusunan kurikulum SD. Ini karena semua menganggap penerapan kurikulum SD yang bagus akan berdampak baik juga di tingkat-tingkat selanjutnya. “Kurikulum SD akan berlaku tematik integratif dalam semua mata pelajaran. Artinya pelajaran didasarkan atas tema, kemudian tema itu mengaitkan berbagai mata pelajaran. Misalnya, tema sungai bisa dibahas melalui pelajaran Sains, Agama, Bahasa Indonesia dan PPKN,” jelas Nuh.
Jumlah mata pelajarannya berkurang dari 10 menjadi enam mata pelajaran, yakni Kelompok A: Bahasa Indonesia, PPKN, Pendidikan Agama, Matematika, serta Kelompok B: dua muatan lokal, yaitu Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Seni Budaya dan Prakarya. Bahasa Inggris tidak menjadi pelajaran wajib di SD. Jam belajar bertambah dari 26 jam per minggu menjadi 30 jam per minggu.
Perubahan struktur kurikulum SMP, jumlah mata pelajaran dari 12 menjadi 10. Mata pelajaran tersebut adalah Kelompok A: Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris. Kelompok B: tiga muatan lokal, yakni Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Prakarya. Jumlah jam belajar bertambah empat jam per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam per minggu.
Struktur kurikulum SMA mengalami perubahan dengan adanya mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Kurikulum SMK menambah jenis bidang keahlian atau produktif, dan mengurangi mata pelajaran adaptif dan normatif. Jumlah mata pelajaran juga berkurang. Jumlah jam belajar bertambah satu jam per minggu.
Terkait penambahan jam belajar, Mendikbud menegaskan perubahan proses pembelajaran membutuhkan jam belajar lebih lama, karena siswa lebih aktif serta ada proses penilaian yang berubah. Indonesia juga dianggap sebagai negara yang memiliki jam belajar pendek dibandingkan negara lain. Padahal kecenderungan banyak negara sudah menambah jam belajarnya.
Sumber : Sinar Harapan

Baca selengkapnya